Seni Pertunjukan

Fungsi Seni Pertunjukan Bagi Masyarakat Terlengkap

Pada dasarnya, sebuah seni pertunjukan memiliki fungsi yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan manusia. Beberapa fungsi dari pertunjukan tersebut antara lain fungsi religius, fungsi sosial, fungsi pendidikan, fungsi estetik, hiburan, dan fungsi ekonomi. Fungsi-fungsi yang terdapat dalam sebuah pertunjukan terkadang tidak hanya satu, tapi bisa lebih. Hal itu tergantung dengan kebutuhan manusia itu sendiri.

Artikel terkait:

Sebelum teknologi elektronik berkembang, orang akan menyaksikan pertunjukan seperti wayang, randai, atau topeng betawi pada malam hari sebagai kebutuhan hiburan utama mereka. Akan tetapi, setelah teknologi elektronik berkembang, orang lebih senang menonton TV sebagai sarana hiburan mereka. Dengan begitu, fungsi wayang, randai, dan topeng betawi yang dulunya adalah sebegai pemenuhan kebutuhan hiburan utama telah bergeser.

Berikut merupakan pembahasan mengenai fungsi dari seni pertunjukan secara lengkap:

  1. Fungsi Religius

Awal pertumbuhan dari seni sendiri adalah bermula dari adanya keperluan-keperluan ritual. Seni yang dimunculkan biasnya dianalogikan dalam suatu gerak, suara, ataupun tindakan-tindakan tertentu  dalam suatu upacara ritual misalnya yang dimaksudkan sebagai ungkapan atau simbol untuk berkomunikasi. Didalam perkembangan selanjutnya seni pertunjukan masih berpijak pada aturan0aturan tradisi keagamaan yang berlaku.

Pada dasarnya seni dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan religi pada penganutnya, dalam seni pertunjukan sendiri seni sering digunakan untuk beberapa acara keagamaan seperti dalam pertunjukan nyayian lagu-lagu rohani, upacara-upacara kerohanian seperti upacara kelahiran, upacara kematian, dan upacara kelahiran. Selain itu seni pertunjukan seperti pagelaran wayang golek dan wayang kulit (baca: Sejarah wayang golek , sejarah wayang kulit) biasanya akan membahas perkara agama sebagai ladang dakwah.

Artikel terkait:

  1. Fungsi Sosial

Pada masa pembangunan seperti sekarang ini, seni pertunjukan kerap menjadi media yang cukup efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan. Pesan yang ingin disampaikan biasanya melalui punakawan pada seni pertunjukan wayang orang. Punakawan akan menggambarkan figur-figur rakyat, sehingga kritik-kritik sosial akan disampaikan melalui mereka dan diharapkan dapat mudah ditangkap oleh penonton. Pesan-pesan sosial yang disampaikan biasanya beragam atau cenderung pada kondisi yang sedang terjadi di masyarakat sehingga seni pertunjukan tersebut terlihat segar.

Seni pertujukan juga sering digunakan sebagai sarana alat komunikasi sosial misalnya pada pagelaran wayang kulit, wayang orang, drama komedi,dan seni teater. Dalam beberapa seni pertunjukan tersebut biasanya sering dijadikan media untuk kritik sosial, penyampaian gagasan, serta menyampaikan kebijakan kepada masyarakat atau bisa juga dikatakan sebagai sarana berkomunikasi.

Seni sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial merupakan kegiatan yang sangat tepat, masyarakat indonesia yangebagian besar menganut paham paternalistik tentu saja tabu untuk mengkritik seseorang secara langsung, apalagi jika yang dikritik adalah seorang pemimpin, atasan, saudara, ataupun negaranya sendiri. Media pewayangan adalah sarana paling tepat untuk tempat menyindir melalui dialog-dialog yang dikemas secara jenaka.

  1. Fungsi Pendidikan

Seni pertunjukan sebagai media pendidikan dapat dilihat dalam seni musik, ketika orang memainkan musik ansambel maka dalam melakukan kegiatan tersebut secara tidak langsung akan terjalin kerja sama. Atau ketika melakukan pagelaran angklung dan gamelan, didalamnya terdapat nilai pendidikan karena dalam berkesenian terdapat nilai-nilai edukasi seperti nilai sosial, kerjasama, disiplin, dan pembelajaran. Misalnya ketika digelar pertunjukan seni tari dari suatu daerah, dalam tarian tersebut terdapat makna simbolis kedaerahan dan biasanya akan terdapat suatu benang merah dari sebuah tarian dengan asal-usul atau sejarah budaya daerah tersebut, hal itu menunjukan bahwa dalam sebuah pagelaran seni tari terdapat muatan edukasi.

  1. Fungsi Estetik

Fungsi seni sebagai media estetik menjadi ekspresi seniman menyajikan bentuk karya seni pertunjukannya tidak untuk hal-hal komersil. Misalnya sebagai contoh pada pagelaran musik kontemporer, tari kontemporer, biasanya seni tingkat tinggi seperti ini kebanyakn dinikmati oleh artisan-artisan yang sudah sangat mencintai seni dibidangnya dan komunitasnya.

 

  1. Fungsi Ekonomi

Ada beberapa seniman yang menempatkan sebuah seni pagelaran selain sebagai alat untuk mendatangkan keuntungan, seni pertunjukan semacam ini bisa dibuat sesuai dengan keperluan dan keinginan pembuatnya. Apapun bentuk seni yang dipertunjukan asalkan mampu memenuhi harapan dari penikmatnya, walaupun dalam berkesenian terkadang harus menyimpang dari norma estetis yang berlaku. Seni pertunjukan untuk memenuhi fungsi materi biasanya terjadi karena permintaan yang semakin meningkat.

  1. Fungsi Hiburan

Funsi seni pertunjukan sebagai tontonan atau hiburan tidak banyak membutuhkan syarat, seni untuk kepentingan ini tidak terikat oleh misi tertentu, cukup sebagai bentuk seni yang mampu memberikan kesenangan pada seorang atau sekelompok orang yang berada dalam lingkup sekitar pertunjukan.

Seni pertunjukan dapat berguna untuk sarana melepas kejenuhan dan menghilangkan penat bagi orang-orang yang sibuk dengan kegiatan keseharian. Sebagai contoh banyak festival-festival paglaran musik yang pada saat ini seakan menjadi kebutuhan masyarakat sebagai media untuk melepaskan diri dari rutinitas dan menjadikanya sebagai sebuah hiburan pelepas penat.

Bahkan hiburan yang menjadi salah satu kebutuhan wajib ditengah masyarakat urban saat ini justru menjelma sabegai gaya hidup, orang akan merasa terpenuhi kepuasanya ketika dapat menyaksikan hiburan dari pementas seni yang mereka suka.

  1. Fungsi Kesehatan

Fungsi seni pertunjukan untuk kesehatan, misalnya pada penderita gangguan psikologis ataupun gangguan medis, pasien akan distimulasi melalui terapi musik yang akan disesuaikan dengan latar belakan seorang pasien. Telah banyak terbukti bahwa dari terapi musik bisa digunakan untuk terapi penyembuhan penyandang autisme, gangguan psikologis, serta penderita trauma suatu kejadian.

Menurut penelitian seorang ilmuan bernama Siegel pada tahun 1999 dia menyatakan bahwa pertunjukan seni musik klasik  akan menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan dan dapat merangkang sistem limbic jaringan neuron dan bebunyian yang dihasilkan oleh alat musik gamelan dapat mempertajam pikiran.

Penjelasan diatas merupakan detail mengenai fungsi-fungsi seni pertunjukan dalam masyarakat, semoga dapat menambah perbendaharaan ilmu mengenai seni pertunjukan dan dapat bermanfaat.

Recent Posts

Kerajinan Tangan dari Maluku Utara dan Penjelasannya

Selain potensi alam, terdapat banyak keunikan dan keindahan lainnya yang ada di Maluku Utara. Salah…

5 years ago

Kerajinan Tangan dari Sulawesi Barat dan Penjelasannya

Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki potensinya masing-masing. Alam yang indah dan juga kebudayaan…

5 years ago

Kerajinan Tangan dari Sulawesi Tengah dan Penjelasannya

Sulawesi Tengah adalah salah satu provinsi Indonesia yang banyak menyimpan seni-seni kerajinan tangan yang tak…

5 years ago

Kerajinan Tangan dari Gorontalo dan Penjelasannya

Gorontalo merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang menyimpan banyak keanekaragaman budayanya. Banyak penduduk lokal…

5 years ago

Kerajinan Tangan dari Sulawesi Tenggara dan Penjelasannya

Pesona alam dan budaya Sulawesi Tenggara tak kalah indahnya dengan wilayah lainnya di Indonesia. Banyak…

5 years ago

Kerajinan Tangan dari Sulawesi Utara dan Penjelasannya

Sulawesi Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan kekayaan alam dan juga…

5 years ago