Sponsors Link

Senjata Tradisional Khas dari Jawa Timur dan Penjelasannya

Bagi sobat yang lahir dan besar serta bertempat tinggal di wilayah Jawa bagian wetan, alias Jawa Timur, mungkin sobat sudah banyak yang mengetahui tentang adat istiadat, kebudayaan, kesenian, serta kerajinan yang ada di wilayah Jawa Timur.

ads

Namun, apakah sobat sudah tahu mengenai senjata tradisional khas dari Jawa Timur? Bagi sobat yang masih awam mengenai hal-hal seperti ini, maka pastinya sobat masih belum tahu senjata tradisional asal Jawa Timur tersebut.

Nah, bagi sobat yang penasaran dan ingin lebih mengetahui senjata tradisional khas Jawa Timur ini, maka sobat tidak perlu khawatir. Karena pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan sedikit ulasan mengenai senjata tradisional khas dari Jawa Timur.

Jawa Timur adalah sebuah provinsi yang memiliki luas wilayah sekitar 47.992 km² dan memiliki jumlah penduduk mencapai sekitar 42.030.633 jiwa saat di sensus pada tahun 2017 yang lalu.

Bahkan luas wilayah provinsi Jawa Timur menjadi yang paling luas diantara 6 provinsi yang ada di pulau Jawa dan memiliki total penduduk terbanyak di Indonesia setelah Jawa Barat.

Dengan angka-angka tersebut, maka tak heran bila Jawa Timur sangat kaya dengan Suku dan budaya serta senjata tradisionalnya. Berikut saya telah merangkum sedikit informasi mengenai senjata tradisional khas dari Jawa Timur, antara lain:

1.Clurit

Senjata tradisional khas dari Jawa Timur yang pertama adalah clurit. Pada dasarnya senjata clurit adalah salah satu senjata khas Suku Madura, yang diyakini memiliki banyak sejarah. Bahkan senjata ini tidak dapat dipisahkan dari tradisi dan kebudayaan masyarakat Madura hingga saat ini. suku madura dari jawa timur bisa anda jadikan sebagai informasi tambahan.

Senjata ini umumnya memiliki nikah melengkung dan memiliki mata pisau di bagian sisi dalam. Umumnya senjata ini memiliki bentuk yang runcing pada bagian ujungnya, dan memiliki bagian pegangan dengan ukuran sekitar 20 cm. Clurit memiliki persamaan dengan sabit. Sabit adalah alat yang digunakan sebagian besar petani untuk memotong rumput.

2. Keris

Senjata tradisional khas Jawa Timur yang kedua yaitu keris. Mungkin dalam bayang sobat, kedua adalah salah satu senjata khas Jawa Tengah. Hak ini karena senjata ini masih memiliki hubungan yang sangat erat dengan lingkungan keraton. suku tengger dari jawa timur bisa anda jadikan sebagai informasi tambahan.

Tapi jangan salah selain menjadi senjata khas Jawa Tengah, keris juga merupakan salah satu senjata tradisional khas Jawa Timur. Pada zaman dahulu, senjata ini digunakan masyarakat umum sebagai alat untuk membela diriatau untuk berburu.

Akan tetapi pada zaman sekarang, senjata ini digunakan sebagai hiasan saat upacara pernikahan atau digunakan oleh orang-orang keraton. Hal ini terjadi kebanyakan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

3. Buding

Senjata tradisional khas dari Jawa Timur yang ketiga yaitu buding. Mungkin nama senjata yang satu ini masih asing di telinga sobat. Wajar saja, hal ini karena senjatabuding ini tidak terlalu populer di kalangan masyarakat umum dan hanya digunakan di sebagian daerah saja.

Pada dasarnya senjata ini memiliki bentuk seperti atau menyerupai pisau dapur. Akan tetapi, sengaja ini memiliki sarung untuk menutupi mata pisau dari senjata ini. Selain tiga senjata tadi, masih ada senjata-senjata lainnya yang berasal dari Jawa Timur seperti bionet dan caluk.

Nah, demikianlah sedikit ulasan mengenai senjata tradisional khas dari Jawa Timur yang dapat saya sampaikan dalam artikel yang berhasil saya buat pada kesempatan kali ini.


Terima kasih, karena sobat telah meluangkan waktu sejenak untuk sekedar membaca artikel ini. Semoga saja dengan adanya artikel ini, saya dapat memberikan sedikit manfaat bagi sobat. Dan semoga melalui artikel ini pula, juga dapat menambah wawasan serta pengetahuan bagi sobat.

Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati sobat dalam penulisan artikel ini. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan, tentunya pada artikel-artikel saya selanjutnya. Sekian dan terima kasih. Salam hangat dari penulis.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Seni Budaya