Tari Tanjung Katung dan Penjelasannya

Keragaman negara Indonesia sudah banyak diakui oleh bangsa lain dan terlihat dari berbagai macam suku bangsa yang tinggal dan berkembang sejak dahulu. Luas wilayah Indonesia yang sangat luas dengan bentuk kepulauannya menjadikan berbagai macam dan ragam suku saling memiliki kebiasaan yang berbeda beda.

Namun dengan banyaknya suku tersebut bangsa Indonesia masih mampu bersatu dan berdiri sampai sekarang ini. Salah satu suku yang memiliki kebudayaan khas dan selalu menjadi daya tarik bagi orang diluarnya adalah suku melayu. Suku melayu merupakan kelompok suku bangsa dengan jumlah populasi nomer 8 te banyak di Indonesia.

Menurut wikipedia, Suku melayu adalah sebuah kelompok etnis dari orang-orang Austronesia terutama yang menghuni Semenanjung Malaya, Sumatra bagian timur, bagian selatan Thailand, pantai selatan Burma, pulau Singapura, Borneo pesisir termasuk brunei. Luasnya wilayah cakupan ini menjadikan suku melayu merupakan suku yang tersebar di negara Indonesia, Malaysia, Brunei, SIngapura, dan Thailand.

Rumpun Melayu sendiri memiliki kesenian yang sangat kaya, mulai dari musik hingga tari. Berbagai kesenian tersebut menjadi warisan budaya yang memperkaya tatanan budaya di Indonesia. Salah satu tarian yang berasal dari rumpun Melayu adalah tari tanjung katung.

Tari Lagu Dua atau dikenal juga sebagai tari Tanjung Katung. Merupakan tarian yang ditarikan di berbagai daerah rumpun melayu. Tari ini memilki gerakan yang khas , yakni gerakannya menggunakan langkah dua atau berganda.

Asal – Usul

contoh seni tari ini merupakan ajaran leluhur yang banyak diinspirasi dari adat kebudayaan melayu. Nama Lagu Dua diambil dari dari gerakan tari ini yang seluruhnya menggunakansebutan Tanjung Kantung merujuk pada salah satu lagu yang mengiringi tari ini. Karena cukup melegenda, tari ini dijadikan salah satu identitas penting dalam kebudaayn tari Melayu.

Secara umum, tari ini mengambil pola tarian yang berasal dari Portugis. Tari ini berkisah tentang pertemuan seorang jejaka dengan seorang gadis dalam sebuah perjalanan. Pertemuan tersebut menimbulkan benih benih cinta dan akhirnya keduanya saling berkunjung ke rumah masing masing untuk mempererat silahturahmi.

Tarian ini adalah contoh tari berpasangan yang biasanya ditarikan oleh pasangan laki laki dan perempuan. Dengan ciri tempo 2/4 cepat, yang oleh orang Melayu disebut tempo menari atau joget, pola langkah dalam tari ini berupa selangkah kaki kanan maju, setengah langkah kaki kiri menyusul kaki kanan secara bergantian.

Musik Pengiring

Diiringi oleh musik tradisional melayu dengan lagu lagu dengan irama rancak cepat, seperti lagu Tanjung Katung, Sri taman atau Bunga Melati, serampang laut, air pasang, pancang jermal, dua singapura, anak kala, rentak seratus enam, demam puyuh, siput air, dan tudung periuk menari.

Ragam Tari Tanjung Katung

  • Ragam Satu

Ragam satu ialah mengisahkan tentang pertemuan seorang jejaka dengan seorang dara dalam sebuah perjalanan. Pertemuan pada pandangan pertama itu menimbulkan getaran jiwa dan akhirnya terbitlah rasa simpati diantara keduanya.

  • Ragam Dua

Mengisahkan bahwa mereka belajar mengenal lebih jauh dengan senyum, gelak tawa dan senda-gurau, sehingga membuat ikatan keakraban menjadi kian erat dan juga indah.

  • Ragam Tiga

Menceritakan keakraban yang terjalin, mendorong sang jejaka memberanikan diri untuk berkunjung kepada rumah sang dara dan kemudian mengajaknnya untuk jalan bersama, sekedar hanya untuk menikmati pemandngan alam. Setelah itu kemudian jejakan mengntarnya kembali untuk pulang kepada kedua orangtuanya dengan tidak kurang satu apapun.

  • Ragam Empat

Kunjungan sang jejaka dibalas oleh sang dara dengan bertandang ke rumah sang jejaka dengan tujuan untuk mempererta silturahmi yang telah tumbuh diantara keduanya dan juga keluarga.

Lagu yang dapat mengiringi tarian ini adalah Lagu Tanjung Katung, Sri Taman atau Bunga Melati, Serampang Laut, Air Pasang, Pasang Jermal, Dua Singapura, Anak Kala, dan juga Rentak. Sampai jumpa di lain kesempatan sobat. Terima kasih.