Tari Maler Bedug dan Penjelasannya

Negara Indonesia yang memiliki beragam budaya yang tersebar di seluruh Nusantara. Baik dari Sabang sampai Merauke, dari Timor sampai Pulau Rote. Keragaman budaya yang ada di Indonesia sudah jarang sekali remaja maupun anak-anak yang tertarik, oleh karena itu lama kelamaan kesenian yang ada menghilang karena perkembangan waktu. fungsi dan tujuan musik tradisional nusantara juga melengkapi seni tari.

Agar hal itu tidak terjadi sebagai sesama remaja ataupun anak –anak saling mengingatkan untuk terus mencintai dan melestarikan kebudayaan yang ada. Selamat malam readers semuanya,  kali ini saya kan menjelaskan tarian yang berasal dari  Banten yaitu Tari  Maler Bedug atau mengenai jenis jenis tarian Banten.

Pengertian Tari Maler Bedug

Tarian Maler Bedug ialah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Banten yang merupakan hasil pembaharuan dari Tari Rampak Bedug yang diinovasikan dari keberagaman musik tradisi khas Banten dengan mengambil gerakan dari bedug Pamarayan dan Silat Terumbu. Pertunjukan tari ini yang teratur dapat ditampilkan untuk tarian pembuka sebuah acara ataupun untuk menyambut tamu sebagai budaya Indonesia yang mendunia.

Silat Terumbu

Di daerah Banten sendiri terdapat banyak aliran silat, maka manakah silat asli yang ada di Banten ? pasti untuk menjawab pernyataan itu membutuhkan suatu penelitian pasti yang bersifat mendalam, karena berkaitan dengan kebudayaan orang Banten yang sebenarnya.

Pewaris ilmu silat Banten salah satunya ialah M Agus Hilman Herman yang erat dengan panggilan Hilman, pada saat ini memimpin Dewan Pimpinan Daerah Persilatan Terumbu Banten. Hilman mengatakan bahwa Silat Terumbu termasuk ke dalam perguruan silat tertua di daerah Banten. Menurut beliau yang membuat ciri khas sembilan juru dasar silat ini ialah seoran Waliyullah Syeikh Abdul Kahfi, dengan nama jurusnya Wahyu Taqwa. Guru yang mengajarkan silat ini ialah Abah Mahdi yang sekarang bertempat tinggal di Desa Terumbu Kecamatan Kasemen Kota Serang.

Muridnya diantaranya ialah Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) dan Sultan Maulana Hasanudin (putra sang Sunan Prabbu Sabakinking) seorang raja pertama di Kesultanan Banten. Silat ini di masa kolonial mengalami perkembangan, Jawara di masa itu sebagai tangan kanan Ulama dan Kesultanan Banten, memakai ilmu bela diri ini untuk membela Banten dari serangan Belanda pada kala itu. Ketika Banten dihancurkan, Jawara yang sangat setia kepada Ulama, dan Banten tidak pernah berhenti sampai dibumi hanguskan.

Rampak Bedug

Karena Maler Bedug merupakan hasil inovasi dari Rampak Bedug , maka saya akan memaparkan mengenai Rampak Bedug. Bedug memiliki fungsi sebagai alat untuk menandakan datangnya Shalat Fardu 5 waktu. “Rampak” memiliki arti yaitu serempak.  Jadi Rampak Bedug merupakan salah satu tarian tradisional yang ada di Banten yang menggunakan alat musik bedug yang banyak dan ditabuh secara serentak bersama. Dan menghasilkan bunyi yang khas yang enak didengar oleh penonton. Tarian ini hanya ada di Banten dan menjadikannya sebagai ciri khas kebudayaan Banten.

Awal mulanya digunakan hanya untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Karena mengundang banyak perhatian penonton, maka kesenian ini berubah menjadi seni yang layak jual, sama dengan kesenian-kesenian musik yang menguntungkan lainnya.

Fungsi Tari Rampak Bedug :

  • Meramaikan Bulan Suci Ramadhan dengan alat-alat yang dibuat oleh para pewaris Nabi.
  • Sebagai rekrasi atau hiburan.
  • Karya seni yang layak jual. Masyarakat sudah biasa mengundang para pemain Rampak Bedug ini untuk memeriahkan acara-acara.

Sekian pemaparan saya mengenai Tari Maler Bedug ini, semoga yang sudah saya jelaskan dapat menambahkan wawasan untuk para readers. Jangan lupa untuk selalu update terhadap artikel-artikel terbaru lainnya. salam hangat.