Sponsors Link

100 Tarian Tradisional Indonesia Beserta Daerah Asalnya

Indonesia sebagai negara yang kaya akan budanya, memiliki banyak sekali tari –tarian radisional dari berbagai daerah kepulauan Republik Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Tarian-tarian tradisional ini kemudian menjadi salah satu sub budaya Indonesia yang mendunia, sebagai contoh kepopuleran tarian dari Indonesia yang sudah banyak dikenal oleh dunia internasional adalah tari saman dari aceh, tari pendet dari bali, dan tari lainnya yang tidak kalah mencuri perhatian pencinta kesenian tari diseluruh dunia.

ads

Dengan memiliki banyak sekali keberagaman tarian daerah yang tersebar di seluruh nusantara, masyarakat Indonesia harus memiliki wawasan terkait dengan kebudayaan khususnya tarian-tarian tradisional dan dari mana asal daerah dari masing-masing taria tersebut untuk dapat menambah kecintaan terhadap budaya dan bisa melestarikan untuk keberlangsungan keberadaan kekayaan budaya agar dapat dikenal oleh genarasi penerus. Dan berikut adalah daftar nama-nama dan asal daerah dari tarian tradisional Indonesia.

  1. Tari Seudati – Nanggroe Aceh Darussalam

Tari seudati adalah tarian yang berasal dari Daerah Istimewa Aceh, tari ini awalnya adalah tarian yang ada di negara arab dengan latar belakang agama islam. Tarian ini sangat terkenal dan disenangi oleh masyarakat di daerah asalanya. Perpaduan antara sebuah tarian yang memiliki gerakan dinamis dan dipadukan dengan keseimbangan dengan suasana yang kental dengan nuansa keagamaan.

  1. Tari Saman – Nanggroe Aceh Darussalam

Tari saman adalah salah satu contoh dari tarian milik Negara Indonesia yang sudah menyita perhatian masyarakat dunia. tarian ini juga kental dengan nuasnsa keagamaan, tarian yang memiliki koreografi dalam posisi duduk berbanjar dengan diiringi dengan gerakan tangan dari seluruh penari yang selaras menjadikan tarian ini memiliki visualisai yang nyaman untuk dilihat. Tarian ini juga diiringi dengan syair yang penuh dengan pesan keagamaan seperti ajaran kebajikan, seperti halnya tarian lain, makna tari saman juga sangat baik untuk masyarakat.

  1. Tari Legong – Bali

Tari Logong adalah salah satu kesenian tari yang berasal dari daerah Bali, tarian ini merupakan tarian yang berlatar belakang cerita kisah cinta raja dali lasem, taria ini dipentaskan dengan dinamis sehingga dapat memikat hati para penontonya.

  1. Tari Kecak – Bali

Tari kecak merupakan tarian yang sangat terkenal dari pulau dewata bali, tarian ini menceritakan kisal tokoh pewayangan bala tentara monyet dan Hanoman dari kitab ramayana, dimana pertunjukan ini digelar pada saat matahari akan tenggelam sehingga memiliki nuansa yang sangat eksotis ditambah dengan keindahan alam yang dimiliki oleh Pulau Bali. tari kecak merupakan salah satu budaya Indonesia yang mendunia.

  1. Tari Pendet – Bali

Tari Pendet yang merupakan tarian tradisional dari Bali pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi. Tarian pendet sempat menjadi kekayaan budaya Indonesia yang di klaim oelh negara tetangga Malaysia.

  1. Tari Adun – Bengkulu

Tari Andun merupakan tarian yang bersal dari daerah Bengkulu Selatan, tarian ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.

  1. Tari Bidadari – Bengkulu

Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.

Artikel terkait:

  1. Tari Topeng – DKI Jakarta

Tari Topeng jakarta merupakan salah satu tari topeng yang dari sekianbanyaknya jenis tariantopeng dari daerah lainnya, tarian ini merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung.

  1. Tari Yopong – DKI Jakarta

Tari Yopong merupakan tari persembahan untuk menghormati tamu negara yang bersal dari daerah Betawi Jakarta.

  1. Tari Sekapur Sirih – Jambi

Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu.

  1. Tari Selampir Delapan – Jambi

Tari Selampir Delapan, merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.

  1. Tari Topeng Kuncaran – Jawa Barat

Tari Topeng Kuncaran, merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja karena cintanya ditolak. Tari topeng ini juga merupakan salah satu jenis tari topeng yang berbeda dari tari topeng dari daerah jakarta. (baca: Kebudayaan Jawa)

  1. Tari Merak – Jawa Barat

Tari Merak merupakan sebuah tari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau.

  1. Tari Serimpi – Jawa Tengah

Tari Serimpi adalah  sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut, agung dan menawan.

  1. Tari Blambangan Cakil – Jawa Tengah

Tari Blambangan Cakil adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah jawa Tengah, tarian ini mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil (raksasa). Sebuah perlambang penumpasan angkara murka.

  1. Tari Remong – Jawa Timur

Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu.

  1. Tari Reog – Ponorogo, Jawa Timur

Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan. Traian ini sudah sangat terkenal di kancah internasional. Tari reog juga merupakan budaya Indonesia yang mendunia.

ads
  1. Tari Monong – Kalimantan Barat

Tari Monong, merupakan tari penolak penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi.

  1. Tari Zapin Tembung – Kalimantan Barat

Tari Zapin Tembung, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat.

  1. Tari Baksa Kumbang – Kalimantan Selatan

Tari Baksa Kembang, merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga.

  1. Tari Radab Rahayu – Kalimantan Selatan

Tari Radab rahayu, di pertunjukan pada upacara tepung tawar, sebelum pengantin pria dan wanita di persandingkan.

  1. Tari Tambun dan Bungai – Kalimantan Tengah

Tari Tambun dan bungai, Merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai Dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat.

  1. Tari Dadas – Kalimantan Tengah

Tari Balean Dadas, Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit, tarian ini berasal dari daerah kalimantan tengah.

  1. Tari Gong – Kalimantan Tengah

Tari Gong adalah sebuah tarian yang  di pertunjukan pada upacara penyambutan terhadap tatmu agung. Dapat pula di pertunjukan sewaktu lahir seorang bayi kepala suku.

  1. Tari Perang – Kalimantan Tengah

Tari perang merupakan tarian tradisional yang mempertunjukan dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.

  1. Tari Jangget – Lampung

Tari Jangget merupakan  tarian untuk upacar-upacara peradatan. Tarian ini melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung.

  1. Tari Malinting – Lampung

Tari Malinting, merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung. Menceritakan tentang kunjungan Sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung.

  1. Tari Lenso – Maluku

Tari Lenso adalah tari pergaulan bagi segenap lapisan rakyat masyarakat Maluku.

  1. Tari Cikalele – Maluku

Tari Cakalele merupakan tari Perang Yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa.

  1. Tari Perang – Maluku Utara

Tari Perang, Tarian rakyat untuk menyambut para pahlawan yang pualng dari medan juang.

  1. Tari Nahar Ila – Maluku Utara

Tari Nahar Ilaa adalah tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela” kesepakatan kampung untuk membangun.

  1. Tari Mpaa lenggogo – Nusa Tenggara Barat (NTB)

Tari Mpaa Lenggogo, sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad SAW. Tarian ini juga scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja.

  1. Tari Batunganga – Nusa Tenggara Barat (NTB)

Tari Batunganga, sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat. Mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon agar sang putri dapat keluar dari dalam batu itu.

  1. Tari Perang – Nusa Tenggar Timur (NTT)

Tari Perang, tari yang menunjukkan sifat-sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yang dipakai berupa cambuk dan perisai (baca: Kebudayaan Nusa Tenggara Timur)

  1. Tari Gareng Lameng – Nusa Tenggara Timur (NTT)

Tari Gareng Lameng, dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya.

  1. Tari Suanggi – Papua

Tari Suanggi, tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian).

  1. Tari Selamat Datang – Papua

Tari Selamat Datang, tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati.

  1. Tari Musyoh – Papua

Tari Musyoh merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah ora – Ang meninggal karena kecelakaan (baca: tarian tradisional papua)

  1. Tari Tandak – Riau

Tari Tandak adalah tari pergaulan yang sangat di gemari di daerah Riau.

  1. Tari Joget Lambak – Riau

Tari Joged Lambak merupakan tari pergaulan muda-mudi, yang sangat populer dan disenangi.

  1. Kipas –Sulawesi Selatan

Tari Kipas adalah salah satu tarian masyarakat Riau yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas samhil mengikuti alunan lagu.

  1. Tari A Bosara – Sulawesi Selatan

Tari  Bosara adalah tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerakan-gerakan badannya sangat luwes.

  1. Tari Lumense – Sulawesi Tengah

Tari Lumense merupakan tari dari Poso yang merupakan tarian selamat dating untuk menyambut tamu agung.

  1. Tari Peule Cinde – Sulawei Tengah

Tari Peule Cinde termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak acaranya adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu.

  1. Tari Balumpa – Sulawesi Tenggara

Tari Balumpa adalah tari selamat datang dalarn menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari Buton.

  1. Tari Dinggu  – Sulawesi Tenggara

Tari Dinggu, melambangkan sifat kegotong royongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lesung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati.

  1. Tari Mengket – Sulawesi Utara

Tari Maengket merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang-pasangan. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan.

  1. Tari Palo- Palo – Gorontalo

Tari Polopalo, adalah tari pergaulan bagi muda-mudi daerah Gorontalo.

  1. Tari Piring – Sumatra Barat

Tari Piring adalah ebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong royongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sama.

  1. Tari Payung – Sumatra Barat

Tari Payung : Ditarikan oleh sepasang muda-mudi dengan payung di tangan, sang pria melindungi kepala sang wanita, sebuah perlamban perlindungan lelaki terhadap wanita.

  1. Tari Tanggai – Sumatra Selatan

Tari Tanggai merupakan sebuah tarian dalam menyambut para tamu disertai upacara kebesaran adat (baca: Kebudayaan Batak)

  1. Tari Bekhusek – Sumatra Selatan

Tari Putri Bekhusek, artinya sang putri yang sedang bermain. Tari ini sangat populer di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan melamhangka kemakmuran daerah Sumatra Selatan.

  1. Tari Serampang Dua Belas – Sumatra Utara

Tari Serampang Dua Belas, Sebuah tari Melayu dengan irama joged diiringi musik dengan pukulan gendang ala Amerika Latin. Serampang dua belas merupakan tari pergaulan.

  1. Tari Tor- Tor – Sumatra Utara

Tari Tor Tor merupakan sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan dan ditarikan dalam suasana khusuk.

  1. Tari Seimpi Sangu Pati – DIY Yogyakarta

Tari Serimpi Sangu Pati yang merupakan salah satu tarian tradisional dari Yogyakarta ini merupakan sebuah tarian keraton pada masalalu disertai suara gamelan dengan gerak tari yang lembut.

  1. Tari Bedaya – DIY Yogyakarta

Tari Bedaya adalahtarian keraton yang di tarikan oleh 9 putri dengan irama yang lemah gemulai.

  1. Tari Angguk – DIY Yogyakarta

Tari Angguk adalah tarian tradisional yang berasal dari Yogyakarta dan menceritakan kisah tentang Umarmoyo-Umarmadi dan Wong Agung Jayengrono dalam Serat Ambiyo. Tarian ini dimainkan secara berkelompok oleh 15 penari wanita yang berkostum menyerupai serdadu Belanda dan dihiasi gombyok barang emas, sampang, sampur, topi pet warna hitam, dan kaos kaki warna merah atau kuning dan mengenakan kacamata hitam. Tarian ini biasanya dimainkan selama durasi 3 hingga 7 jam.

  1. Tari Adun – Bengkulu

Tari Andun adalah salah satu tarian rakyat yang berasal dari Bengkulu dan dilakukan pada saat pesta perkawinan. Biasanya dilakukan oleh para bujang dan gadis secara berpasangan pada malam hari dengan diringi musik kolintang. Pada zaman dahulu, tari ini biasanya digunakan sebagai sarana mencari jodoh setelah selesai panen padi. Sebagai bentuk pelestariannya saat ini dilakukan sebagai salah satu sarana hiburan bagi masyarakat, khususnya bujang gadis.

  1. Tari Angsa – Jawa Tengah

Tari Angsa merupakan salah satu tarian yang berasal dari Jawa Tengah sendiri, dimana seperti yang kita tahu bahwa tarian tersebut mempunyai suatu hal dan juga makna yang berbeda antara satu gerakan dengan gerakan yang lainnya, sehingga pada jenis-jenis tarian tertentu ada yang sangat terkenal pada kalangannya sendiri, ada juga yang kurang terkenal kerena beberapa gerakan yang belum pernah terlihat atau terkesan kaku sama sekali.

  1. Tari Badui – Sleman, DIY Yogyakarta

Tari Badui adalah salah satu kesenian yang berasal dari daerah Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tari ini merupakan jenis tarian rakyat yang menggambarkan suatu adegan peperangan atau serombongan prajurit yang sedang latihan perang. Dalam penyajian tari ini dilakukan secara kelompok  dan berpasangan.Seni Badui yang kini masih hidup dan berkembang di daerah kabupaten Sleman kebanyakan berasal dari daerah Kedu, sedang di daerah Kedu sendiri juga merupakan kesenian rakyat yang semula dibawa oleh seseorang dari tanah Arab

  1. Tari Baksa kembang – Banjar, Kalimantan Selatan

Tari Baksa Kembang berasal dari daerah Banjar, Kalimantan Selatan sebagai tarian untuk menyambut tamu. Tari ini biasanya ditarikan oleh wanita, baik  tunggal dan dapat juga ditarikan  oleh beberapa penari wanita. Awal mulanya sekira abad 15 sebelum masehi, seorang pangeran bernama Suria Wangsa Gangga di kerajaan Dipa dan Daha di pulau Kalimantan mempunyai seorang kekasih bernama putri Kuripan. Satu peristiwa di waktu yang lain adalah saat putri Kuripan memberikan setangkai bunga teratai merah kepada pangeran. Peristiwa itu merupakan cikal bakal lahir tarian Baksa Kembang di Banjar provinsi Kalimantan Selatan

63.Tari Balean Dadas – Kalimantan Tengah

Tari Balean Dadas adalah tarian adat masyarakat Dayak di Kalimantan tengah untuk meminta kesembuhan kepada Ranying Hatala langit (Tuhan) bagi mereka yang sakit. Tarian ini biasanya di lakukan oleh dukun perempuan suku Dayak. Nama Balean Dadas sendiri di ambil dari sebutan dukun perempuan, yang dalam masyarakat Dayak disebut Balean Dadas.

64. Tari Balumpa – Waktobi, Sulawesi Tenggara

Tari Balumpa adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Tarian ini termasuk tarian pergaulan yang ditampilkan oleh penari wanita untuk menyambut para tamu terhormat yang datang ke sana. Tari Balumpa ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Sulawesi Tenggara, khususnya daerah Wakatobi. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, pertunjukan seni, dan festival budaya.

65. Tari Bambangan Cakil – Jawa Tengah

Tari Bambangan Cakil merupakan salah satu tari klasik yang ada di Jawa khususnya Jawa Tengah. Tari ini sebenarnya diadopsi dari salah satu adegan yang ada dalam pementasan Wayang Kulit yaitu adegan Perang Kembang.Tari ini menceritakan perang antara kesatria melawan raksasa. Kesatria adalah tokoh yang bersifat halus dan lemah lembut, sedangkan Raksasa menggambarkan tokoh yang kasar dan beringas.

Di dalam pementasan wayang Kulit, adegan perang kembang ini biasanya keluar tengah-tengah atau di Pathet Sanga.Perang antara Kesatria (Bambangan) melawan raksasa ini sangat atraktif, dalam adegan ini juga bisa digunakan sebagai tempat penilaian seorang dalang dalam menggerakkan wayang.Makna yang terkandung dalam tarian ini adalah bahwa segala bentuk kejahatan dan keangkaramurkaan pasti kalah dengan kebaikan.

66. Tari Banyumasan – Banyumas

Kesenian tradisional Banyumas adalah kekayaan budaya benda maupun tak benda yang tumbuh dan berkembang di wilayah bekas Karesidenan Banyumas, meliputi Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Banjarnegara. Sesuai dengan letak geografisnya, kesenian-kesenian di wilayah itu mendapatkan pengaruh dari pusat kebudayaan keraton Mataram Yogyakarta, Surakarta, dan Sunda. Namun seiring perkembangan zaman, pengaruh-pengaruh dari luar Banyumas itu hanya memperkaya khasanah saja, sebab kesenian-kesenian Banyumas memiliki karakternya sendiri, yaitu sebuah entitas kebudayaan ngapak. Kekhasan seni tradisi Banyumas bahkan menyebarkan pengaruh terhadap budaya sekitar, antara lain ke wilayah bekas karesidenan Kedu dan Pekalongan

67. Tari Belian – Kalimantan Timur

Tarian ini sering dibawakan pada acara Upacara adat suku dayak yang berdiam di KALTIM khususnya KUBAR yaitu Tarian Belian Bawo/Sentiu, yang bertujuan untuk menolak penyakit , mengobati orang sakit , membayar nazar dan lain sebagainya.

68. Tari Beksan Lawung Ageng – DIY Yogyakarta

Tari dengan gerakan rancak, melambangkan keberanian sekaligus kesuburan.Beksan Lawung Ageng menonjolkan karakter laki-laki yang kuat. Melalui gerakan-gerakan tarinya ditunjukkan semangat, kekuatan serta keberanian. Tarian menggambarkan latihan perang para prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang sedang membawa tombak atau lawung.

69. Tari Bengberokan

Bengberokan atau berokan merupakan pertunjukan penolak bala mirip barongsai dari Tiongkok.

70. Tari Bidadari Teminang Anak – Rejang Lebong

Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.

71. Tari Bines – Aceh

Tari Bines merupakan tarian tradisional yang berasal dari kabupaten Gayo Lues. Tarian ini muncul dan berkembang di Aceh Tengah namun kemudian dibawa ke Aceh Timur. Menurut sejarah tarian ini diperkenalkan oleh seorang ulama bernama Syech Saman dalam rangka berdakwah.Tari ini ditarikan oleh para wanita dengan cara duduk berjajar sambil menyanyikan syair yang berisikan dakwah atau informasi pembangunan. Para penari melakukan gerakan dengan perlahan kemudian berangsur-angsur menjadi cepat dan akhirnya berhenti seketika secara serentak.

Sponsors Link

72. Tari Bosara

Tari Bosara, adalah tarian untuk menyambut beberapa tamu terhormat. Beberapa gerakan badannya sangatlah luwes. Dahulu kerap ditarikan pada setiap acara penting untuk menjamu raja dengan suguhan kue kue sebanyak 2 kasera. Juga ditarikan waktu menyambut tamu agung, pesta kebiasaan serta pesta perkawinan. Tarian ini mengambarkan bahwa orang Bugis bila kehadiran tamu selalu menyajikan bosara, juga sebagai tanda kesyukuran serta kehormatan.

73. Tari Bungai – Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Tari tambun dan bungai, berasal dari daerah palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tarian ini merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan merampas hasil panen rakyat. Tambun dan bungai adalah pejuang di Kalimantan Tengah. Tambun dan Bungai adalah tokoh legenda suku dayak ot Danum yang tinggal di tengah pulau Kalimantan khususnya wilayah Kabupaten gunung Mas.

Tambun dan Bungai adalah saudara dari ayah mereka yang merupakan adik-kakak. Kedua orang ini, Tambun dan Bungai memiliki perasaan yang sama yaitu jika salah satu diantara mereka bersedih maka yang satu akan ikut merasakan kesedihan yang sama dialaminya. Keduanya memiliki karakter dan sifat yang sama. Mereka memiliki watak yang cerdas, lemah lembut, peramah, suka menolong sesama, sedikit menerima banyak memberi, cepat kaki ringan tangan, bijaksana, dan pantang menyerah untuk membela kebenaran.

74. Tari Caci – Flores, Nusa Tenggara Timur

Caci atau tari Caci atau adalah tari perang sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk dan perisai di Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penari yang bersenjatakan cambuk (pecut) bertindak sebagai penyerang dan seorang lainnya bertahan dengan menggunakan perisai (tameng). Tari ini dimainkan saat syukuran musim panen (hang woja)[1] dan ritual tahun baru (penti) , upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya, serta dipentaskan untuk menyambut tamu penting.

75. Tari Cakalele – Maluku

Cakalele adalah tarian perang tradisional Maluku yang digunakan untuk menyambut tamu ataupun dalam perayaan adat. Biasanya, tarian ini dibawakan oleh 30 pria dan wanita. Tarian ini dilakukan secara berpasangan dengan iringan musik drum, flute, bia (sejenis musik tiup).

76. Tari Campak – Bangka Belitung

Tari Campak merupakan tarian dari daerah Bangka-Belitung yang menggambarkan keceriaan bujang dan dayang di Kepulauan Bangka Belitung. Tarian ini biasanya dibawakan setelah panen padi atau sepulang dari ume (kebun). Tari ini digunakan juga sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu atau pada pesta pernikahan di Bangka Belitung. Tarian ini berkembang pada masa pendudukan bangsa Portugis di Bangka Belitung. Hal ini bisa dilihat dari beberapa ragam pada tari Campak antara lain akordion dan pakaian pada penari perempuan yang sangat kental dengan gaya Eropa.

77. Tari Cangget – Lampung

Tari Cangget meruapakan tarian yang berkembang di Lampung,  Lampung merupakan sebuah provinsi yang letaknya paling selatan di Pulau Sumatera. Konon, sebelum kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia atau tahun 1942, Tari Canget selalu ditampilkan  pada setiap acara yang berhubungan dengan gawi adat, seperti upacara mendirikan rumah, panen raya, dan digunakan untuk mengantar orang yang akan pergi menunaikan ibadah haji.

Pada saat tari dipentaskan, orang-orang akan berkumpul menyaksikan pertunjukan ini, baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan, hal ini bertujuan selain untuk mengikuti upacara, juga digunakan untuk berkenalan dengan sesamanya. Tarai Cangget ini biasa ditarikan oleh pemuda dan pemudi.

78. Tari Cikeruhan –Sumedang, Jawa Barat

Cikeruhan yaitu tari tradisional dari daerah Tjikeroeh, Cikeruh, Jatinangor, Sumedang Jawa Barat Tariannya mengambil gerakan dari binatang dan perilaku manusia.

78. Tari Cokek – Jakarta

Tari Cokek adalah salah satu tarian klasik masyarakat Betawi di Jakarta. Tarian ini merupakan tarian pergaulan masyarakat Betawi untuk memeriahkan pesta adat mereka. Tari Cokek ini merupakan perpaduan antara unsur tari tradsional tiongkok, sunda, Betawi dan juga pencak silat.Gerakan dalam Tari Cokek ini merupakan gerakan yang harmonis dan luwes, yaitu dengan gerakan tangan yang gemulai dan pinggul yang bergoyang  seirama. Selain itu, sesekali penari juga memainkan selendangnya sehingga membuat penari telihat anggun dan mempesona.

79. Tari Cendrawasih

Tari Cendrawasih adalah sebuah tari Bali yang ditampilkan oleh dua penari perempuan dan mengilustrasikan ritual-ritual perkawinan burung cendrawasih.

80. Tari Datun – Dayak Kenyah

Tarian ini merupakan tarian bersama wanita suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang lelaki dari suku Dayak Kenyah di Apau Kayan yang bernama Anyi Selong, sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kesembuhan penyakit istrinya .

81. Tari Didong – Aceh

Seni Didong adalah salah satu jenis kesenian tradisional masyarakat Gayo yang masih bertahan hingga zaman modren ini, mempunyai social interest yang tinggi dari setiap lapisan masyarakatnya. Kesenian Didong merupakan perpaduan antara seni tari dan seni suara dengan unsur sastra berupa syair-syair sebagai unsur utamanya, berkembang dan dijaga kelestariannya oleh masyarakat yang berada di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh (baca: Kebudayaan Nanggroe Aceh Darussalam Yang Fenomenal)

82. Tari Dinggu – Sulawesi Tenggara

Tari Dinggu adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Tarian ini merupakan tarian rakyat yang menggambarkan suasana dan aktivitas masyarakat saat musim panen, terutama musim panen padi. Tari Dinggu biasanya ditampilkan oleh para penari pria maupun wanita dengan berpakaian layaknya para Petani pada zaman dahulu. Tarian ini sangat dikenal di masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti pesta panen raya, penyambutan, perayaan hari besar, festival budaya dan lain-lain.

83. Tari Ebeg – Banyumas, Jawa Timur

Ebeg merupakan bentuk kesenian tari daerah Banyumas yang menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan kepalanya diberi ijuk sebagai rambut. Tarian Ebeg di daerah Banyumas menggambarkan prajurit perang yang sedang menunggang kuda. Gerak tari yang menggambarkan kegagahan diperagakan oleh pemain Ebeg

84. Tari Emprak – Jawa Tengah

Tari Emprak adalah jenis pengembangan kesenian rakyat Emprak, berupa seni peran yang mengangkat pesan moral, diiringi dengan musik yang biasanya berupa salawatan. Tari ini berasal dari Jepara, Jawa Tengah

85. Tari Ende Lio

Tari Ende Lio adalah sebuah tarian daerah yang mengekspresikan rasa lewat tatanan gerak dalam irama musik dan lagu.

86. Tari Gambuh – Bali

Gambuh adalah tarian dramatari Bali yang dianggap paling tinggi mutunya dan juga merupakan dramatari klasik Bali yang paling kaya akan gerak-gerak tari, sehingga dianggap sebagai sumber segala jenis tari klasik Bali.

87. Tari Gambyong – Jawa

Tari Gambyong merupakan tari Jawa klasik yang mengambil dasar gerakan tarian rakyat dari kesenian tayub/tlèdhèk. Biasanya tari gambyong dilakukan bersama-sama oleh beberapa penari.Unsur estetis dari tari yang dilakukan bersama-sama terletak pada garis dan gerak yang serba besar.Gerak tangan, kaki dan kepala tampak lebih indah dan ekspresif karena ditarikan bersamaan.

Tarian ini semakin elok apabila penari dapat menyelaraskan gerakan dengan irama kendhang.Sebab, kendhang sering pula disebut otot tarian dan pemandu gendhing. Secara umum, Tari Gambyong terdiri atas tiga bagian, yaitu: awal, isi, dan akhir atau dalam istilah tari Jawa gaya Surakarta disebut dengan istilah maju beksan, beksan, dan mundur beksan. (baca: Kebudayaan Jawa)

88. Tari Gambyong Pareanom – Surakarta

adalah tari adat khas dari daerah Surakarta. Tarian ini sering dipertunjukan dalam acara-acar besar atau festival. Banyak para wisatawan mancanegara menyukainya karena tarian ini memiliki keunikan tersendiri.

89. Tari Gandrung – Banyuwangi, Jawa Tengah

Gandrung Banyuwangi adalah salah satu jenis tarian yang berasal dari Banyuwangi.

90. Tari Gareng Lameng

Tari Gareng Lameng, dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya.

91. Tari Gawi – Nusa Tenggara Timur (NTT)

Tari Gawi adalah tarian tradisional yang dilakukan secara masal di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini merupakan salah satu tarian adat masyarakat suku Ende Lio sebagai ungkapan rasa syukur atas segala berkat dan rahmat yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka.

92. Tari Gending Sriwijaya – Palembang

Gending Sriwijaya merupakan lagu dan tarian tradisional masyarakat Kota Palembang, Sumatera Selatan. Melodi lagu Gending Sriwijaya diperdengarkan untuk mengiringi Tari Gending Sriwijaya. Baik lagu maupun tarian ini menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan keagungan kemaharajaan Sriwijaya yang pernah berjaya mempersatukan wilayah Barat Nusantara. Lirik lagu ini juga menggambarkan kerinduan seseorang akan zaman di mana pada saat itu Sriwijaya pernah menjadi pusat studi agama Buddha di dunia.

93. Tari Giring-giring – Kalimantan Tengah

Tari giring-giring adalah tarian khas Ma’anyan yang mendiami daerah Kabupaten Barito Timur dan Kabupaten Barito Selatan provinsi Kalimantan Tengah. Tari giring-giring atau juga disebut Gangereng biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu.

94. Tari Gitek Balen

Tarian ini menggambarkan ungkapan ekspresi dari rasa kedinamisan dan kelincahan gadis – gadis yang sedang menginjak dewasa.

95. Tari Golek Menak – Yogyakarta

Tari Golek Menak merupakan salah satu jenis tari klasik gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Penciptaan tari Golek Menak berawal dari ide sultan setelah menyaksikan pertunjukkan Wayang Golek Menak yang dipentaskan oleh seorang dalang dari daerah Kedu pada tahun 1941. Disebut juga Beksa Golek Menak, atau Beksan Menak. Mengandung arti menarikan wayang Golek Menak.

97. Tari Gong – Kalimantan Timur

Tari Gong atau dapat disebut juga Tari Kancet Ledo adalah salah satu tarian Dayak Kalimantan Timur, tepatnya dari suku Dayak Kenyah. Tarian ini ditarikan seorang gadis dengan gong digunakan sebagai alat musik pengiringnya. Tari ini biasanya dipertunjukkan pada saat upacara penyambutan tamu agung atau upacara menyambut kelahiran seorang bayi kepala suku.

98. Tari Guel – Aceh

Tari guel adalah salah satu khasanah budaya Gayo di Aceh. Guel berarti membunyikan. Khususnya di daerah dataran tinggi gayo, tarian ini memiliki kisah panjang dan unik. Para peneliti dan koreografer tari mengatakan tarian ini bukan hanya sekedar tari. Dia merupakan gabungan dari seni sastra, seni musik dan seni tari itu sendiri.

99. Tari Jaipong – Jawa Barat

Tari jaipong merupakan tarian yang bersal dari daerah  Jawa Barat, tarian ini terkenal dengan gerakan goyang sang penarinya. manfaat tari jaipong juga sudah terkenal dari Indonesia.

100. Tari Sintren – Jawa barat

Tarian sintren ini terkenal berasal dari daearh pesisir daerha perbatasan  Jawa Barat dan Jawa tengah, tarian ini juga terkenal terdapat unsur magis.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Saturday 24th, December 2016 / 04:17 Oleh :
Kategori : Seni Tari