Sponsors Link

15 Contoh Budaya Daerah Indonesia Terlengkap

Contoh budaya daerah yang ada pada saat ini berguna sebagai identitas masyarakat sebagai bangsa Indonesia. Beberapa budaya daerah memiliki popularitas yang tinggi  bahkan hingga ke mancanegara. Secara umum budaya dibedakan menjadi 2 yaitu budaya daerah dan budaya nasional. Budaya daerah merupakan sebuah kebiasaan yang mengandung nilai-nilai penting dan fundamental. Biasanya nilai-nilai tersebut diwariskan dari generasi ke generasi. Sedangkan budaya nasional adalah gabungan dari budaya daerah yang ada di negara tersebut. Seperti asimilasi kebudayaan suku sunda dan kebudayaa suku jawa, ataupun kebudayaa suku akit dan kebudayaan suku Amungme.

ads

Untuk membedakan budaya daerah dengan budaya nasional, kalian dapat membaca artikel mengenai contoh budaya nasional yang telah dibahas sebelumnya. Seperti kebanyakan seni budaya lainnya, budaya daerah juga lahir dari berbagai faktor dan komponen yang mempegaruhinya. Faktor-faktor yang dimaksud adalah ; kawasan/wilayah, agama, politik, ekonomi, adat istiadat, dll. Kita akan membahas contoh budaya daerah untuk lebih memahami makna dan arti budaya daerah itu sendiri. Conyoh budaya daerah diantaranya :

  1. Tari Suanggi

Papuan Barat memiliki beberapa tarian daerah, salah satunya adalah Tari Suanggi. Merupakan tari yang mengisahkan seorang istri yang mati akibat korban angi-angi (Jejadian). Seperti kebanyakan tarian daerah papua yang lain, tarian daerah inipyn memiliki gerakan yang cenderung pada ritual dan upacara keagamaan. Suanggi merupakan roh jahat (Kapes) karena belum ditebus dan belum mendapatkan kenyamanan di alam bakanya. Roh Jahat ini biasanya merasuki tubuh wanita. Kebudayaan papua sangat banyak dan khas. Banyak sekali yang dapat kita explore dan kita pelajari.

  1. Yamko Rambe Yamko

Berasal dari Provinsi Papua, Yamko Rambe Yamko ini memiliki irama yang menggambarkan kesan menyenangkan. Meski sebenarnya syairnya berisi kesedihan akibat peperangan, utamanya pertikaian dan perlawanan bangsa Indonesia terhadap para penjajah. Di papua sendiri banyak kebudayaan berdasarkan suku yang ada di sana. Seperti kebudayaan suku dani dan kebudayaan suku asmat.

  1. Pesta Bakar Batu

Masih berada di wilayah Provinsi Papua, Pesata Bakar Batu merupakan sebuah tradisi atau ritual Adat masyarakat Papua. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Papua atas berkat yang melimpah. Selain itu, ritual ini dilakukan sebagai simbol perdamaian. Karena seperti kita ketahui bahwa kerap terjadi perang antar suku di Papua.

  1. Upacara Potong Jari

Yang lainnya dari Provinsi papua adalah Tradisi potong jari. Meski tergolong ekstreme, tapi upcara potong jari ini dilakukan untuk memaknai kesedihan seseorang yang tinggilah pergi (meninggal) oleh orang yang mereka cintai. Tidak hanya dengan menangisi mereka, tetapi masyarakt papua akan memotong jari mereka setiap kali mereka kehilangan anggota keluarga. Dan tradisi tersebut sifatnya wajib. Dengan memotong jari mereka, masyarakat pengunungan tengah papua beranggapan bahwa memotong jari adalah simbol dari sakit dan pedihnya seseorang yang kehilangan sebagian anggota keluarganya.

Sponsors Link

  1. Tanam Sasi

Merupakan bentuk upacara kematian yang dilakukan oleh Suku Marin, Kabupaten Merauke. Sasi adalah sejenis kayu yang ditanam ketika seseorang meninggal selama 40 hari. Kemduian Sasi tersebut akan dicabut setelah mencapai 1000 hari.

  1. Merarik

Bergeser dari papua, kita ke Lombok. Salah satu upacara adat yang ada di lombok adalah merarik. Merarik merupakan bahasa sasak yang artinya menikah. Masyarakat Lombok memiliki cara yang unik untuk melangsungkan upacara pernikahan yakni dengan mempelai laki-laki menculik mempelai perempuan kemudian di bawa ke rumahnya. Tentunya hal tersebut sudah melalui kesepakan sebelumnya. Setelah proses penculikan, keesokan harinya akan dilakukan prosesi ijab qobul agar pernikahan kedua mempelai sah.

ads

  1. Bau Nyale

Tidak hanya upacara pernikahan, Lombok juga memiliki upacara yang unik dan khas lainnya. Merupakan Bau Nyale, yang berasal dari bahasa sasak. ‘Bau’ berarti menangkap sedangkan ‘Nyale’ adalah sebuatan untuk cacing laut di Lombok. Pelaksanaan upacara ini berada di antara bulan februari atau maret. Orang-orang akan turun ke Pantai pada saat pasang surut (Sekitar pukul 4 – 5 pagi) untuk menangkap Nyale. Hasil tangkapannya akan dimakan ataupun diperbolehkan untuk dijual. Asal mula upacara ini adalah bersumber dari legenda Putri Mandalika. Kebudayaan suku sasak yang berada di wilayah lombok ini tidak kalah khasnya dengan kebudayaan lain.

  1. Ngaben

Sebuah upacara pembakatan mayat yang dipercayai dan dilakukan oleh Masyarakat Bali. Masyarakat bali mempercayai bahwa orang yang telah meninggal wajib disucikan dengan media api (dibakar) hingga menjadi abu. Abu hasil pembakaran tersebut selanjutnya akan dilarungkan ke sugai ataupun lautan. Tujuanya adalah sebagai penyucian elemen jiwa dan raga.

  1. Pengubuan Mayat di Trunyan

Masih dengan upacara kematian, bali juga memiliki tradisi unik untuk menguburkan mayat orang yang telah meninggal. Tradisi ini dikenal di Desa Trunyan. Mayat orang yang telah mati hanya akan digeletakkan di sekitar pohon yang ada di hutan di dekat Desa Trunyan. Pohonnya pun pukan pohon biasa / sembarangan. Melainkan pepohonan taru dan menyan yang mampu mengeluarkan enzim dan bau wangi. Hal tersebut dimaksudkan agar bau busuk dari mayat tidak akan menguar. Dengan pohon taru dan menyan, mayat malah menjadi wangi.

  1. Ngurek

Tahukah kamu tentang Debus dari banten? Ya, Ngurek ini merupakan sebuah upacara yang memiliki sedikit kemiripan dengan debus. Dimana para pelaku yang teriibat dalam upacara ini wajib menusuk tubuhnya dengan menggunakan keris. Makna dan tujuan dari upacara ini adalah untuk meyakinkan manusia tentang Tuhan Yang Maha Esa. Ketika para pelaku melakukan upacara ini, mereka yakin dan hanya meminta pertolongan untuk dilindungi Oleh Sang Kuasa. Hal tersebutlah yang disampaikan pada upacara ini. Bahwa sebagai manusia kita hanya boleh meyakini pertolongan sang kuasa.

  1. Melasti

Sepertinya Bali merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki banyak sekali ritual dan upacara adat. Kebudayaan Suku Bali memiliki unsur-unsur kebudayaan yang khas. Untuk menyucikan manusia dan kehidupannya sebelum Hari Raya Nyepi, masyarakat Bali wajib melakukan upacara Melasti. Caranya adalah dengan bersembahyang dan berdoa di tepi pantai. Konon, unsur-unsur jahat dan buruk dari manusia akan dibuang dan dilarung ke lautan.

  1. Perang Pandan

Istilah lain untuk menyebut upacara Perang Pandan adalah Mekare-Kare. Pada upacara ini orang akan terlibat saling menghantamkan daun pandan berduri untuk dipersembahkan pada Dewa Indra. Namun jangan khawatir. Meski saling menghantam dengan pandan berduri sekalipun, para pelaku tidak akan merasakan kesakitan. Beradarah dan lecet pada kulit mereka tidak akan terasa sakit dan setelahnya akan diobati serta disucikan oleh para pemangku adat.

  1. Mesuryak

Kali ini adalah upacara adat Mesuryak yang merupakan upacara dimana masyarakat Bali melempar uang ke atas setelah hari Galungan. Digelar pada hari kuningan atau 10 hari setelah hari Galungan. Tujuan upacara ini adalah sebagai persembahan atau memberikan bekal kepada para leluhur masyarakat Bali.

Sponsors Link

  1. Tiwah

Suku Dayak memiliki kebiasaan atau ritual adat untuk upacara kematian, yaitu Tiwah. Layaknya upacara lain, tiwah ini juga bersifat sakral. Tulang-tulang  orang yang telah mati aka diantar dan ditelakkan di sandung (Rumah kecil yang dibuat khusus untuk mereka yang telah meninggal dunia). Sebelumnya, akan ada banyak sekali ritual lain seperti tarian, suara gong dan hiburan lainnya. Masih bayak kebudayaan suku dayak lainnya, seperti tari-tarian ataupun pakaia adat.

  1. Reneuh Mundingeun

Masyarakat suku Sunda juga tidak kalah dan memiliki ritual adatnya sendiri. Reneuh mundingeun merupakan sebuah upacara adat yang dialkukan ketika seorang perempuan telah hamil dan memasuki usia 12 bulan. Normalnya, wanita akan mengandung sampai dengan usia kandungan 9 bulan, tetapi beberapa kasus terdapat usia kandungan hingga 12 bulan, seperti munding (kerbau). Tujuan dilakukannya upacara ini adalah agar wanita tersebut segera melahirkan. Kebudayaan suku sunda yang satu ini memang jarang diketahui bahkan oleh masyarakatnya sendiri.

Itulah penjelasan mengeai contoh budaya daerah yang akan sangat berguna bagi kita. Ketika kita mengetahui apa saja budaya daerah setiap wilayan Indonesia, kita akan menyadari betapa beragamnya bangsa kita ini. Sehingga kita akan menghargai perbedaan dan ikut melestarikannya. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat belajar seni bagi setiap pembacanya.

, , , ,




Oleh :
Kategori : Seni Budaya